Sampai pada titik ini, semoga kita sudah mulai mengenal Doa Mazmur Yesus dengan lebih baik. Dari materi sebelumnya kita sudah mengenal Doa Mazmur Yesus sebagai doa devosi sederhana yang menekankan semangat pertobatan, merupakan sarana komunikasi dua arah dengan Tuhan, dan juga memiliki fungsi sebagai senjata rohani. 

Selain itu karena Doa Mazmur Yesus adalah perpaduan dari dua tradisi Kristen yang berbeda, doa ini memiliki sebuah kelebihan yang khas dibanding doa-doa lainnya, yaitu memiliki potensi besar sebagai sarana untuk membangun semangat persatuan Kristen.

Sebenarnya masih banyak sekali kekayaan rohani dari Doa Mazmur Yesus yang dapat digali di balik bentuknya yang sederhana. Namun apa yang disampaikan pada buku atau seri video ini sudah cukup bagi siapapun untuk mulai mengenal doa ini dengan baik, dan mempraktekkannya setiap hari agar menjadi bagian dari kehidupan doa sebagai seorang Kristen.

Terutama yang terpenting adalah mempraktekkannya. Sebaik apapun anda memahami karunia dan kekayaan rohani Doa Mazmur Yesus, jika anda tidak mempraktekkannya setiap hari akan menjadi sia-sia. Ingatlah bagaimana Daud mampu memanfaatkan pengumban batu yang sederhana untuk mengalahkan Goliat yang perkasa. Pengumban batu sederhana itu berubah menjadi senjata mematikan karena Daud sudah terbiasa berlatih setiap hari dan menggunakannya untuk mengusir binatang-binatang buas yang mengganggu kawanan dombanya. Maka ketika berhadapan dengan Goliat, tanpa kesulitan apapun Daud mampu menjatuhkan Goliat dengan sekali lempar.

Kita melihat hal sebaliknya terjadi pada para murid Tuhan yang kebingungan karena mereka tidak dapat mengusir suatu roh jahat. Sebagai murid-murid langsung dari Tuhan Yesus mereka tentu sudah diajarkan cara terbaik untuk mengusir roh jahat. Tapi ternyata ajaran terbaik yang mereka terima langsung dari Tuhan tetap tidak mampu mengusir roh jahat tertentu. Menanggapi keluhan para Murid-Nya Tuhan kita menjawab, "Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa." (Mrk. 9:29). Yang dimaksud Tuhan Yesus disini tentunya adalah berdoa dengan tekun setiap hari. Jadi meskipun para murid sudah dibekali cara terbaik untuk mengusir roh jahat mereka tetap gagal karena mereka tidak berdoa dengan tekun setiap hari.

Demikian juga dengan Doa Mazmur Yesus. Sekalipun doa ini memiliki karakter sebagai senjata rohani, kekuatannya akan sia-sia kalau kita tidak mempraktekkannya setiap hari. Doa Mazmur Yesus hanya akan menjadi senjata rohani yang ampuh bagi kita dan mendatangkan anugerah rohani yang berlimpah kalau kita menjadikannya sebagai bagian dari hidup doa kita setiap hari.

Sebagai penutup, kita akan membahas harta terbesar yang menjadi kekuatan utama dari Doa Mazmur Yesus dan perannya yang penting dalam menghadapi situasi akhir jaman yang sedang kita jalani saat ini.

Rasul Paulus merangkum seluruh ajaran Tuhan kita Yesus Kristus dalam tiga pilar:
 
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih. (1Kor.13:13).

Jadi menurut Rasul Paulus tiga pilar ajaran Tuhan kita adalah:

Pertama, iman pada Tuhan dan seluruh kebenaran-Nya yang diajarkan para nabi dan digenapi dalam inkarnasi Sabda. Kedua, pengharapan akan keselamatan dan hidup kekal bersama Tuhan berkat karya penebusan salib Kristus. Dan ketiga, kasih Tuhan yang dinyatakan dalam pengorbanan di kayu salib sebagai sumber kekuatan hidup kita untuk mengasihi Tuhan dan sesama.

Dalam Doa Mazmur Yesus ternyata ketiga pilar ajaran Tuhan ini terangkum dengan baik:

Dari doa pertama:

"Tuhan Yesus Kristus Putra Allah..." ini adalah pernyataan iman kita pada Yesus Kristus sebagai Tuhan kita, Putra Tunggal Allah dan sekaligus inkarnasi Sabda Allah.

"...kasihanilah aku orang berdosa." ini adalah pernyataan atas pengharapan kita pada penebusan dosa dan kehidupan kekal karena jasa Yesus Kristus.

Doa kedua:

"Tuhan Yesus Kristus, aku mengasihi Engkau" ini adalah pernyataan kasih kita kepada Tuhan yang melengkapi atau menjawab renungan kisah sengsara Tuhan dalam Doa Mazmur Yesus sebagai pernyataan kasih Tuhan kepada kita.

Jadi di balik Doa Mazmur Yesus yang sederhana sebenarnya terdapat seluruh tiga pilar ajaran Tuhan: iman, pengharapan, dan kasih. Itulah kekayaan terbesar dari Doa Mazmur Yesus. Dan sebagaimana telah dikatakan oleh Rasul Paulus, yang terbesar dari ketiganya adalah KASIH. Maka dapat kita katakan: doa yang kedua dan renungan kisah sengsara Tuhan adalah unsur yang terpenting dan paling utama dalam Doa Mazmur Yesus.

Lalu apa kata Tuhan Yesus tentang orang yang mengasihi Dia?

"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku." (Yoh.14:15).

Ini kemudian dipertegas lagi pada ayat lainnya.

"Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku ..." (Yoh.14:23)

Jadi siapapun yang mengasihi Tuhan, dia dituntut untuk membuktikannya dengan menuruti segala perintah dan ajaran Tuhan. Dengan kata lain setiap orang yang mengasihi Tuhan dituntut untuk setia pada seluruh ajaran iman Kristen sebagaimana yang terungkap dalam ajaran para Rasul. Tuntutan ini tentunya juga berlaku bagi setiap orang yang mempraktekkan Doa Mazmur Yesus dan mengucapkan, "Tuhan Yesus Kristus, aku mengasihi Engkau" berkali-kali.

"Kita harus menjaga iman para rasul, yang merupakan landasan pengharapan kita. Para rasul adalah landasan Gereja, dan ajaran mereka adalah landasan iman kita." Itu yang dikatakan oleh St. Agustinus dari Hippo tentang pentingnya menjaga iman para Rasul. 

Bahkan Rasul Paulus mengutuk keras siapapun yang mengajarkan ajaran yang menyimpang dari ajaran iman para Rasul:

Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia. (Gal.1:8-9)

Itu semua menunjukkan bahwa kesetiaan terhadap ajaran iman para Rasul adalah harga mati bagi Gereja Kristus dan semua anggotanya. Kesetiaan tanpa kompromi itulah yang dituntut pada semua orang Kristen yang mengasihi Tuhan! Masalahnya, di tengah dunia dan segala perubahannya yang begitu cepat saat ini, upaya untuk menjaga kesetiaan tanpa kompromi pada ajaran iman para Rasul pasti bukan perkara mudah.

Tapi Tuhan tidak pernah menuntut sesuatu dari kita dan membiarkan kita melakukannya dengan kekuatan sendiri. Dengan demikian apabila kita bertekad untuk setia pada ajaran iman para Rasul sebagaimana yang dituntut-Nya, maka Tuhan pasti akan memberikan semua rahmat yang dibutuhkan agar kita dapat setia dalam iman Kristen. Dalam Doa Mazmur Yesus kita menyatakan kasih pada Tuhan, maka sebagai konsekuensinya kita pun dituntut untuk setia pada iman para Rasul. Tapi bersamaan dengan itu, Tuhan juga memberikan semua rahmat yang kita butuhkan agar kita dapat setia pada iman para Rasul.

Dengan demikian dapat kita katakan bahwa melalui Doa Mazmur Yesus kita dituntut, dibimbing dan diberi kekuatan untuk menjadi setia tanpa kompromi pada seluruh ajaran Tuhan. Atau dengan kata lain, Doa Mazmur Yesus adalah sebuah doa sederhana yang dapat menjadi sumber kekuatan rohani bagi setiap Kristen untuk setia pada seluruh ajaran Tuhan yang dinyatakan dalam ajaran para Rasul. Di tengah pengaruh perubahan jaman yang menantang kesetiaan iman kita seperti yang sekarang sedang terjadi, kehadiran Doa Mazmur Yesus menjadi sangat relevan dan penting.

Kitab Suci sudah menubuatkan terjadinya kemurtadan di akhir jaman (Luk.18:8 dan 2Tes.2:3). Cukup dengan melihat apa yang terjadi dalam Gereja Katolik secara jujur dan mencernanya dengan akal sehat, kita bisa melihat tanda-tanda yang jelas bahwa nubuat itu sedang digenapi. Dengan dalih 'aggiornamento' atau memperbaharui ajaran Gereja demi mengikuti perkembangan jaman, sejak Konsili Vatikan II ajaran iman para Rasul sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan dan digantikan dengan nilai-nilai dunia. Itulah proses kemurtadan besar yang sedang terjadi saat ini di dalam Gereja Katolik sesuai nubuat Kitab Suci!

Lalu bagaimana dengan janji Tuhan bahwa Gereja-Nya tidak akan terkalahkan sampai akhir jaman (Mat.16:18)?

Nubuat itu tetap akan tergenapi dalam bentuk sisa umat yang setia seperti yang dinubuatkan oleh Rasul Paulus (Rom. 11:2-5). Gereja Kristus tidak akan pernah terkalahkan karena akan selalu ada orang-orang yang setia pada ajaran iman para Rasul sampai akhir jaman. Merekalah gandum yang berakar kuat di ladang Tuhan, yang akan tetap bertahan dalam masa pemurnian saat semua lalang yang merusak ladang Tuhan dicabut dan dibakar untuk dibinasakan

Dalam konteks sisa umat di masa kemurtadan akhir jaman inilah kita melihat kehadiran Doa Mazmur Yesus yang mendorong dan membantu kita untuk setia pada ajaran iman para Rasul menjadi sangat penting. Tidak berlebihan jika dalam iman kita percaya kehadiran Doa Mazmur Yesus di masa kemurtadan besar ini adalah sebuah penyelenggaraan ilahi atau anugerah Tuhan yang dimaksudkan untuk membentuk sisa umat yang setia sebagai penerus Gereja-Nya.

"Tuhan, aku mengasihi Engkau" adalah kata-kata terakhir Paus Benediktus XVI sebelum kematiannya. Ini sebuah kata-kata yang sangat profetik. Paus Benediktus XVI adalah orang yang terlibat langsung dalam Konsili Vatikan II, namun di tengah jalan dia menyadari masalah yang muncul akibat konsili ini. Semangat pembaharuan yang dibawa oleh Konsili Vatikan II ternyata terbukti menghasilkan banyak buah buruk dan semakin menjauhkan Gereja Katolik dari ajaran iman para Rasul. Menyadari kondisi ini Paus Benediktus XVI berusaha mengembalikan Gereja pada iman para Rasul dan melawan berbagai pembaharuan yang mengarahkan Gereja pada kemurtadan besar. Salah satunya dengan mengembalikan Misa Latin Tradisional melalui dokumen Summorum Pontificum. Sayang sekali perjuangannya tidak berlanjut karena Paus Benediktus XVI secara tragis mengundurkan diri dan diganti oleh seorang Paus yang justru berusaha keras melanjutkan pembaharuan konsili dan membawa Gereja pada kemurtadan besar dengan kecepatan penuh.

Karena setiap orang yang mengasihi Tuhan dituntut untuk setia pada seluruh ajaran-Nya, maka kata-kata terakhir Paus Benediktus, "Tuhan, aku mengasihi Engkau" menjadi petunjuk betapa Paus Benediktus XVI dengan segala kelemahan dan keterbatasannya ingin membawa Gereja Katolik untuk kembali setia pada ajaran para Rasul. Melalui kata-kata terakhirnya Paus Benediktus XVI mengajak kita semua untuk meneruskan perjuangannya yang belum selesai, yaitu kembali setia pada iman para Rasul di tengah kemurtadan besar yang sedang berlangsung. 

Tidak berlebihan jika kita katakan bahwa melalui Doa Mazmur Yesus yang sederhana ini kita akan meneruskan perjuangan Paus Benediktus XVI dengan mengucapkan kata-kata terakhirnya sebagai bagian dari doa kita sehari-hari.