Di balik bentuknya yang sederhana dan prakteknya yang mudah, Doa Mazmur Yesus menyimpan kekayaan rohani yang sangat luar biasa. Sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya, Doa Mazmur Yesus ini merupakan perpaduan atau sintesis dari dua macam doa yang berasal dari tradisi Kristen berbeda. Akibatnya, doa ini tidak hanya memiliki bentuk yang baru tapi juga makna dan karunia spiritual yang berbeda dari doa-doa yang sudah ada sebelumnya.

Tapi mengingat tujuan dari buku atau seri video ini hanya sebagai pengenalan, tidak semuanya akan kita bahas. Kita hanya akan membahas beberapa makna yang paling menonjol dan perlu diketahui oleh semua orang yang mempraktekkan doa ini, antara lain:

1. Doa Mazmur Yesus Sebagai Ungkapan Semangat Pertobatan
2. Doa Mazmur Yesus Sebagai Komunikasi Dua Arah Dengan Tuhan
3. Doa Mazmur Yesus Sebagai Senjata Rohani


Doa Mazmur Yesus Sebagai Ungkapan Semangat Pertobatan

Ini adalah karakter paling jelas dari Doa Mazmur Yesus, bahkan bagi orang yang baru mengenalnya sekali pun. Doa pertama dari dua doa utama dalam Doa Mazmur Yesus diambil dari Doa Yesus, "Tuhan Yesus Kristus Putra Allah, kasihanilah aku orang berdosa." Doa yang mengungkapkan semangat pertobatan dari dosa ini bersumber pada ayat Injil tentang perumpamaan doa pemungut cukai (Luk.18:13) dan juga seruan orang buta (Luk. 18:38).

Tentang perumpamaan pemungut cukai yang berdoa dengan menepuk dada dan merendahkan diri, "Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini," Tuhan berkata, "Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah ..." (Luk. 18:14).

Tentang orang buta di dekat kota Yerikho yang berseru, "Yesus Anak Daud, kasihanilah aku..." Tuhan datang kepadanya dan menawarkan untuk memberikan apapun yang dibutuhkan, "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Orang buta itu ingin dapat melihat dan Tuhan segera menyembuhkan matanya.

Demikian juga orang yang mengucapkan doa, "Tuhan Yesus Kristus Putra Allah, kasihanilah aku orang berdosa" dengan sungguh-sungguh, Tuhan akan membenarkan orang itu sama seperti yang dikatakan-Nya pada pemungut cukai. Tidak hanya itu, Tuhan juga siap memberikan anugerah rohani atau apapun yang dibutuhkan seperti yang dilakukan-Nya pada orang buta di dekat kota Yerikho.

Mengapa Tuhan begitu menyukai doa sederhana ini?

Dalam Injil dikatakan, "Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat." (Luk.15:10). Jika malaikat saja yang hanya sesama ciptaan bersukacita karena bertobatnya orang berdosa, maka terlebih lagi Tuhan yang telah menciptakan manusia demi kemuliaan-Nya. Dengan demikian Tuhan menyukai doa sederhana ini karena Dia menyukai orang yang merendahkan dirinya di hadapan Tuhan dan bertobat. 

Paus St. Leo Agung mengatakan, "Pertobatan adalah langkah pertama untuk kembali pada Tuhan." Sementara Paus St. Gregorius Agung mengatakan, "Langkah pertama di jalan menuju kesempurnaan adalah pengakuan yang rendah hati atas dosa-dosa." Dan St. Alfonsus Liguori juga berkata, "Langkah pertama menuju kekudusan adalah pertobatan."

Dari pernyataan orang-orang kudus tersebut dapat kita simpulkan bahwa pertobatan adalah langkah pertama untuk menuju pada kesempurnaan dan kekudusan. Dan keadaan tersebut akan memulihkan kodrat manusia menjadi serupa dengan citra-Nya. Jadi dapat kita simpulkan, pertobatan merupakan langkah awal setiap manusia untuk memulihkan kodratnya menjadi serupa dengan gambar Tuhan. 

Sementara itu pemulihan kodrat kemanusiaan kita, yang dulu dirusak oleh ketidaktaatan Adam dan Hawa, adalah salah satu alasan penting mengapa Tuhan datang ke dunia untuk menderita dan disalibkan. Maka pada setiap orang yang bertobat, pengorbanan salib Kristus menjadi berarti! Pertobatan manusia adalah jawaban "Ya" terhadap kasih terbesar Tuhan yang terungkap di kayu salib. Itulah yang sangat menyenangkan Tuhan.

Dalam Doa Mazmur Yesus, semangat pertobatan ini secara simbolik makin dipertegas dengan mengelompokkan pengulangan doa yang pertama dalam bentuk dekade, atau 10 doa dalam satu kelompok. Dalam Doa Mazmur Yesus kita mengucapkan, "Tuhan Yesus Kristus Putra Allah, kasihanilah aku orang berdosa" sebanyak 10 kali berturut-turut. Pengelompokan dalam bentuk dekade ini memiliki makna yang khusus, yaitu melambangkan kesepuluh Perintah Allah yang kita langgar dengan dosa-dosa kita. Dengan demikian setiap doa "Tuhan Yesus Kristus Putra Allah, kasihanilah aku orang berdosa" yang kita ucapkan, secara simbolik merupakan ungkapan pertobatan kita atas dosa-dosa yang telah kita lakukan terhadap setiap perintah Allah yang berbeda-beda, mulai dari perintah yang pertama hingga perintah yang terakhir.

Doa yang kedua, "Tuhan Yesus Kristus, aku mengasihi Engkau" diambil dari jawaban Rasul Petrus atas pertanyaan Tuhan (Yoh.21:15-17). Tuhan bertanya dengan pertanyaan yang sama hingga tiga kali karena sebelumnya Petrus telah menyangkal-Nya hingga tiga kali dan Petrus kini bertobat. Jadi pertanyaan Tuhan kepada Petrus dapat kita maknai sebagai pertanyaan atas motif pertobatan Petrus, "Apakah yang mendorong engkau untuk bertobat?"

Dengan menjawab secara konsisten, "Ya Tuhan, aku mengasihi Engkau," sebanyak tiga kali, Petrus menegaskan bahwa ia bertobat karena sungguh mengasihi Tuhan. Maka demikian juga dengan doa yang kedua dari Doa Mazmur Yesus, "Tuhan Yesus Kristus, aku mengasihi Engkau" harus kita tempatkan dalam konteks itu. Dengan mengucapkan doa "Tuhan Yesus Kristus, aku mengasihi Engkau" maka kita menyatakan kepada Tuhan bahwa motif dari pertobatan yang kita ungkapkan dalam 10 doa sebelumnya adalah karena kita mengasihi-Nya. Kita tidak bertobat karena takut pada hukuman ataupun karena menginginkan anugerah rohani yang diperoleh dari pertobatan, kita bertobat terutama karena kita mengasihi Tuhan!

Paus St. Leo Agung mengatakan demikian, "Kasih akan Tuhan adalah satu-satunya motif yang layak untuk mengilhami pertobatan." Hal yang senada juga dikatakan oleh St. Yohanes dari Salib, "Pertobatan yang muncul dari kasih adalah pertobatan yang paling menyenangkan Tuhan." Jadi dapat kita katakan tidak ada motif pertobatan yang lebih baik dari pada kasih akan Tuhan. Dan pertobatan karena kasih pada Tuhan itulah yang kita ungkapkan dalam Doa Mazmur Yesus.


Doa Mazmur Yesus Sebagai Komunikasi Dua Arah Dengan Tuhan

Salah satu unsur yang membedakan Doa Rosario dan juga Doa Mazmur Yesus dari doa-doa repetitif lain, baik yang berasal dari tradisi kekristenan maupun dari agama-agama lain adalah rangkaian renungan misteri kehidupan Tuhan.

Doa repetitif dari tradisi Kristen seperti Doa Yesus dari tradisi Kristen Timur, maupun Doa Paternoster (150 kali Doa Bapa Kami), Doa Mazmur Maria versi biarawan Sistersian (150 kali Doa Salam Maria), dan juga Doa Koronka Kerahiman Ilahi yang seluruhnya berasal dari tradisi Kristen Barat, semuanya tidak lebih merupakan doa repetitif biasa dengan rumusan yang berbeda-beda. Bahkan tradisi agama lain seperti Hinduisme, Budhisme, Yahudi, dan termasuk juga Islam yang muncul setelah kekristenan juga memiliki tradisi doa repetitif semacam itu dengan rumusan yang berbeda.

Tapi kepada St. Dominikus di abad 13, Bunda Maria datang untuk mengajarkan Doa Mazmur Maria jenis baru dengan menambahkan 15 renungan karya keselamatan Tuhan yang masing-masing didahului dengan Doa Bapa Kami. Inilah yang menjadi cikal bakal Doa Rosario yang kita kenal sekarang. Penambahan rangkaian renungan misteri Rosario ini membuat Doa Mazmur Maria yang baru atau Doa Rosario yang diterima St. Dominikus memiliki level yang berbeda dari bentuk doa repetitif sebelumnya. Tepatlah kiranya Paus St. Pius X mengatakan, "Doa Rosario adalah doa yang terindah dan memiliki kekayaan rahmat terbesar diantara semua bentuk doa lain..."

Doa Mazmur Yesus juga mengikuti pola Doa Rosario. Doa Mazmur Yesus membagi 150 Doa Yesus dari tradisi Kristen Timur dalam 15 dekade, menambahkan doa kedua di akhir setiap dekade, dan yang terpenting menambahkan rangkaian renungan misteri kisah sengsara Tuhan di awal setiap dekade. Penambahan ini membuat Doa Yesus yang lama bertransformasi menjadi sebuah doa baru dengan level yang berbeda dari sebelumnya. Itulah doa baru yang sekarang dikenal dengan nama Doa Mazmur Yesus.

Mengapa adanya penambahan renungan misteri Tuhan dalam Doa Rosario dan Doa Mazmur Yesus membuat keduanya ada di level yang berbeda dari semua bentuk doa lain? 

Renungan misteri Tuhan, baik dalam Doa Rosario maupun Doa Mazmur Yesus tidak lain adalah inti dari seluruh Sabda Tuhan. Seluruh 15 misteri dalam Rosario adalah inti karya keselamatan Tuhan sedangkan seluruh 15 misteri kisah sengsara dalam Doa Mazmur Yesus adalah inti pernyataan kasih Tuhan. Adanya inti Sabda Tuhan dalam kedua doa ini menjadi faktor pembeda yang signifikan. Keduanya membuat Doa Rosario dan Doa Mazmur Yesus bukan sekedar doa satu arah dimana kita berbicara dengan Tuhan, tapi juga komunikasi dua arah dimana selain kita berbicara kepada Tuhan melalui doa-doa, kita juga mendengarkan Sabda Tuhan melalui setiap renungan misteri. Kita tidak melihat doa jenis semacam ini di tradisi agama apapun, baik itu Kristen maupun non-Kristen. Penambahan renungan misteri Tuhan itulah yang membuat Doa Rosario dan juga Doa Mazmur Yesus memiliki level berbeda dari semua bentuk doa lain.

Mengenai pentingnya mendengarkan Tuhan, dalam Injil dikisahkan tentang Maria dan Marta yang menyambut kedatangan Tuhan di rumah mereka dengan cara berbeda beda (Luk.10:38-42). Dalam kisah tersebut Marta sibuk melayani Tuhan sedangkan Maria duduk mendengarkan perkataan Tuhan. Ketika Marta memprotes tindakan Maria yang hanya duduk mendengarkan, Tuhan berkata, "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." Jadi menurut Tuhan, Maria yang duduk mendengarkan perkataan-Nya telah memilih bagian yang terbaik.

Begitu juga dalam Doa Mazmur Yesus, renungan kisah sengsara Tuhan menjadi bagian terbaik dan terpenting dari seluruh rangkaian doa. Pada renungan kisah sengsara itulah kita mendengarkan Sabda Tuhan seperti Maria yang memilih bagian terbaik dengan duduk mendengarkan Tuhan. 

Dalam Injil Tuhan berkata, "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya." (Yoh.15:13). Maka dengan renungan kisah sengsara dalam Doa Mazmur Yesus, kita tidak hanya memilih bagian terbaik dengan mendengarkan Tuhan tetapi juga mendengarkan bagian terbaik dari Sabda-Nya, yaitu Kasih-Nya yang terbesar.


Doa Mazmur Yesus Sebagai Senjata Rohani

Paus Pius XI mengatakan, "Doa Rosario adalah senjata yang sangat ampuh untuk membuat iblis lari dan mencegah seseorang dari dosa..." Demikian juga St. Padre Pio mengatakan, "Doa Rosario adalah senjata bagi jaman ini..." 

Gagasan bahwa Doa Rosario adalah senjata rohani bukan tanpa alasan. Pada mulanya, tujuan Bunda Maria mengajarkan doa ini kepada St. Dominikus adalah untuk menaklukkan bidat albigensis yang pada waktu itu sangat merongrong Gereja. Jadi sejak awal doa ini memang dimaksudkan Bunda Maria sebagai senjata rohani. Kekuatan Doa Rosario sebagai senjata rohani juga teruji ketika dengan pertolongan doa ini Armada Liga Suci berhasil mengalahkan armada laut Kekalifahan Islam Turki yang jauh lebih kuat dalam perang laut Lepanto pada tahun 1571.

Tadi sudah dijelaskan bahwa renungan misteri Injil adalah bagian terbaik dan terpenting dalam Doa Rosario karena itu adalah inti dari Sabda Tuhan. Maka dalam iman kita percaya bahwa sumber kekuatan Doa Rosario yang utama juga terdapat pada renungan misteri Injil tersebut. Inti Sabda Tuhan yang terbungkus di dalam Doa Mazmur Maria itulah yang menjadi kekuatan menakutkan bagi iblis dan para pengikutnya.

Hal yang sama juga berlaku pada Doa Mazmur Yesus. Inti Sabda Tuhan yang ada di dalam Doa Mazmur Yesus dalam bentuk renungan kisah sengsara Tuhan ini menjadi sumber kekuatan dahsyat yang akan mengalahkan iblis dan para pengikutnya. Kekuatan dahsyat yang berasal dari inti Sabda Tuhan itu membuat Doa Mazmur Yesus memiliki karakter yang sama dengan Doa Rosario, dan dengan demikian sangat layak menjadi senjata rohani yang ampuh.

Kekuatan inti Sabda Tuhan sebagai pedang rohani bahkan dikonfirmasi dalam Kitab Wahyu, "Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa..." (Why.19:15). 

Apa maksud dari pedang yang keluar dari mulut Tuhan?

Yesus Kristus adalah Sabda Tuhan itu sendiri, maka yang keluar dari mulut-Nya bukan sekedar Sabda Tuhan tetapi inti dari Sabda Tuhan. Dengan demikian renungan misteri Injil dalam Doa Rosario dan Doa Mazmur Yesus, yang adalah inti dari Sabda Tuhan, tidak lain adalah pedang tajam yang keluar dari mulut Tuhan dan akan memukul semua musuh-musuh-Nya.

Sama seperti karakter Doa Mazmur Yesus sebagai doa pertobatan diperkuat secara simbolik melalui bentuknya yang terbagi dalam dekade atau pengulangan doa 10 kali, demikian juga karakternya sebagai senjata rohani dikonfirmasi secara simbolik melalui bentuk dan namanya yang menggunakan istilah 'mazmur". Lalu apa kaitan istilah "mazmur' dengan senjata rohani? Kita akan memahami keterkaitannya melalui Doa Rosario.

Sebelum dikenal sebagai Doa Rosario, selama beberapa abad doa tersebut dikenal sebagai Doa Mazmur Maria. Nama Doa Mazmur Maria ini bahkan diakui dalam dokumen resmi oleh Paus St. Pius V. Penggunaan nama Mazmur Maria disebabkan karena doa tersebut dibentuk dari pengulangan Doa Salam Maria sebanyak 150 kali mengikuti jumlah Mazmur Daud. Sementara itu, selain dikenal sebagai penulis Mazmur, Daud sangat diingat orang dalam pertarungannya dengan Goliat dimana Daud berhasil mengalahkan Goliat dengan menggunakan senjata pengumban batu yang sangat sederhana. Dapat kita katakan bahwa pengumban batu yang digunakan Daud adalah tipologi atau perlambang dari senjata rohani, yaitu senjata sederhana yang mampu mengalahkan musuh-musuh Tuhan. 

Maka dengan menyebut doa yang diajarkannya kepada St. Dominikus sebagai "Mazmurku", Bunda Maria secara implisit mengaitkan doa yang diajarkannya dengan Daud, yang dengan pengumban batunya mampu mengalahkan Goliat. Dengan cara ini Bunda Maria ingin menunjukkan pada St. Dominikus dan pada kita semua bahwa doa baru yang diajarkannya adalah senjata rohani sederhana tapi sangat berkuasa untuk mengalahkan musuh yang paling ganas sekalipun. Itulah kaitan antara istilah mazmur dengan senjata rohani.

Hal yang sama juga berlaku pada Doa Mazmur Yesus yang mengikuti pola pengulangan doa sebanyak 150 kali. Penggunaan nama Doa Mazmur Yesus juga secara simbolik menunjukkan fungsi doa sederhana ini sebagai senjata rohani dahsyat yang akan dapat mengalahkan semua musuh-musuh Tuhan, bahkan yang paling ganas sekalipun.

Di malam perjamuan terakhir Tuhan berkata, "...siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang..." (Luk.22:36). Para murid lalu memberikan dua pedang dan Tuhan berkata, "Sudah cukup!" (Luk.22:38). Kita tahu istilah pedang yang dimaksud Tuhan bukanlah pedang fisik karena pada malam itu Petrus menggunakannya tapi Tuhan malah melarang. Dengan demikian dua pedang pada malam terakhir itu adalah tipologi atau perlambang dari dua senjata rohani yang cukup bagi para murid Kristus untuk menghadapi semua musuh-musuh Tuhan, terutama di masa penderitaan Kalvari.

Dengan menyadari Doa Rosario dan Doa Mazmur Yesus sama-sama memiliki karakter sebagai senjata rohani dan keduanya memiliki level yang berbeda dari semua jenis doa lain, maka dalam iman kita percaya kedua doa tersebut adalah dua pedang Kalvari yang cukup bagi para murid Kristus untuk menjadi senjata rohani mereka dalam menghadapi semua musuh-musuh Tuhan. Terutama di masa penderitaan Kalvari bagi Gereja, Sang Mempelai Kristus, yang sekarang sedang kita alami. 

Ini perlu ditekankan, karena jika kita tidak berada dalam masa Kalvari, Doa Rosario diakui ampuh dan sudah terbukti dalam sejarah sebagai senjata rohani bagi orang Katolik. Tapi di masa Kalvari, Injil sudah memberi isyarat perlunya dua senjata rohani sebagai bekal yang cukup bagi kita dalam melewati masa penderitaan yang dialami Gereja-Nya. Dalam konteks inilah Doa Mazmur Yesus hadir untuk mendampingi Doa Rosario sebagai dua pedang kalvari, yaitu dua senjata rohani yang cukup bagi para pengikut Kristus dalam menghadapi masa akhir jaman.