Mengenal atau mengetahui sejarah sebuah doa, makna dan tujuan doa tersebut, serta dasar-dasar teologinya memang bagus dan perlu. Itu semua akan membantu kita menyadari bagaimana doa tersebut dapat memperkaya dan memperkokoh iman Kristen kita. Tapi yang jauh lebih penting dari semua itu adalah bagaimana mempraktekkan doa tersebut, dan sungguh-sungguh menjadikannya sebagai sumber kekuatan rohani hidup kita sebagai pengikut Kristus. Untuk itu pada bagian ini kita akan membahas tentang bagaimana cara mempraktekkan Doa Mazmur Yesus.

Bagian inti dari Doa Mazmur Yesus terdiri dari dua doa sederhana, dan 15 renungan kisah sengsara Tuhan. Sementara kita akan abaikan dulu bagian renungan kisah sengsara dan kita bahas bagian doanya terlebih dahulu.

Doa yang pertama diambil dari Doa Yesus, yaitu doa singkat yang diajarkan Tuhan Yesus dalam perumpamaan doa pemungut cukai (Injil Lukas bab 18 ayat 13) dan juga seruan orang buta (Injil Lukas bab 18 ayat 38):

"Tuhan Yesus Kristus Putra Allah, kasihanilah aku orang berdosa"

Doa yang kedua adalah jawaban Petrus atas pertanyaan Tuhan yang diajukan kepadanya tiga kali berturut-turut (Injil Yohanes bab 21 ayat 15 sampai 17):

"Tuhan Yesus Kristus, aku mengasihi Engkau"

Kedua doa ini diucapkan secara perlahan dalam hati. Doa pertama diucapkan sebanyak 10 kali berturut-turut, lalu dilanjutkan dengan doa kedua. Setelah itu kembali pada doa pertama, dan seterusnya. Agar dapat membantu keheningan dan konsentrasi dalam berdoa, kedua doa diucapkan selaras aliran nafas.

Untuk doa pertama, pada saat menarik nafas perlahan ucapkan: 
"Tuhan Yesus Kristus Putra Allah...."

Pada saat mengeluarkan nafas perlahan ucapkan:
"...kasihanilah aku orang berdosa."

Jika kita menggunakan video panduan, kita juga dapat menyelaraskan doa kita dengan nyanyian yang ada di dalam video:

Pada saat terdengar nyanyian, "Lord Jesus Christ..." kita menarik nafas dan mengucapkan, "Tuhan Yesus Kristus Putra Allah..."

Pada saat terdengar nyanyian, "... have mercy on me" kita mengeluarkan nafas dan mengucapkan, "..kasihanilah aku orang berdosa."

Untuk doa kedua, pada saat menarik nafas ucapkan:
"Tuhan Yesus Kristus...."

Pada saat mengeluarkan nafas ucapkan:
"...aku mengasihi Engkau."

Perlu diingat baik-baik, pengaturan nafas disini hanya berfungsi untuk membantu tercapainya keheningan dan konsentrasi dalam berdoa. Ketika keheningan dan konsentrasi itu sudah diperoleh, maka pengaturan nafas tidak perlu diperhatikan lagi dan selanjutnya kita hanya fokus pada doa-doa yang diucapkan. Jadi fungsi pengaturan nafas dalam Doa Mazmur Yesus hanya sebagai alat untuk membantu kita berkonsentrasi dan mencapai keheningan, tidak lebih. Fokusnya adalah doa-doa yang kita ucapkan..

Itu tadi prinsip dasar dari cara mempraktekkan dua doa utama dari Doa Mazmur Yesus ini. Dalam Doa Rosario, Doa Bapa Kami dan 10 kali Salam Maria yang diucapkan berulang-ulang berfungsi sebagai kerangka sementara 15 renungan misteri yang dibagi dalam 3 bagian adalah intinya. Begitu juga dengan Doa Mazmur Yesus, dua doa utama tadi berfungsi sebagai kerangka sedangkan 15 renungan sengsara Tuhan adalah inti dari Doa Mazmur Yesus.

Berikut ini kelimabelas renungan kisah sengsara Tuhan dalam Doa Mazmur Yesus:

1. Tuhan Yesus berdoa kepada Bapa-Nya di Taman Getsemani.
2. Tuhan Yesus dikhianati Yudas.
3. Tuhan Yesus dihadapkan pada Imam Besar.
4. Petrus menyangkal Tuhan sebanyak tiga kali.
5. Tuhan Yesus di hadapan pengadilan Pilatus
6. Tuhan Yesus dimahkotai duri.
7. Tuhan Yesus memanggul salib-Nya.
8. Tuhan Yesus disalibkan.
9. Tuhan Yesus menyelamatkan penjahat yang percaya kepada-Nya.
10. Tuhan Yesus berjumpa dengan ibu-Nya dan Yohanes.
11. Tuhan Yesus ditinggalkan Bapa-Nya.
12. Tuhan Yesus merasakan haus.
13. Tuhan Yesus wafat.
14. Lambung Tuhan Yesus ditikam tombak.
15. Tuhan Yesus dimakamkan.

Setiap renungan dilakukan dengan cara membayangkan momen kisah sengsara yang menjadi topik renungan, seolah kita melihat langsung atau hadir dalam kejadian tersebut. Jika kita menggunakan video panduan, pada setiap renungan kita akan dipandu melalui pembacaan narasi kisah sengsara yang diambil dari Injil. Jika kita tidak menggunakan video panduan, renungan dapat kita lakukan dengan cara membayangkan setiap momen yang menjadi topik renungan.

Selanjutnya bagian inti dari Doa Mazmur Yesus, yaitu gabungan antara renungan kisah sengsara dan dua doa utama, dipraktekkan dengan cara seperti ini:

Renungan kisah sengsara #1
Doa: "Tuhan Yesus Kristus Putra Allah, kasihanilah aku orang berdosa" sebanyak 10 kali.
Doa: "Tuhan Yesus Kristus, aku mengasihi Engkau"
Renungan kisah sengsara #2
Doa: "Tuhan Yesus Kristus Putra Allah, kasihanilah aku orang berdosa" sebanyak 10 kali.
Doa: "Tuhan Yesus Kristus, aku mengasihi Engkau"
Renungan kisah sengsara #3.... dan seterusnya sampai renungan yang ke-limabelas, lalu diakhiri dengan doa pertama sebanyak 10 kali dan doa kedua.

Selain bagian inti Doa Mazmur Yesus, juga ada doa pembuka dan doa penutup. Yang digunakan sebagai doa pembuka adalah Doa Bapa Kami yang diikuti dengan tiga kali Doa Salam Maria. Sementara itu doa penutup adalah Doa Kepada St. Mikhael Malaikat Agung, yang diikuti pembacaan ayat eksorsisme singkat dalam Nama Yesus (Surat Filipi bab 2 ayat 10), lalu diakhiri dengan litani singkat. 

Itulah keseluruhan dari Doa Mazmur Yesus.

Jika bagian pembuka dan penutup ini ditambahkan pada bagian inti, maka secara lengkap urut-urutan Doa Mazmur Yesus adalah sebagai berikut:

Doa Bapa Kami
Doa Salam Maria (3x)
Bagian inti Doa Mazmur Yesus (yaitu renungan misteri sengsara Tuhan, doa pertama, doa kedua, dan seterusnya)
Doa Kepada St. Mikhael Malaikat Agung
Eksorsisme singkat dalam Nama Yesus (Surat Filipi bab 2 ayat 10)
Litani singkat
Selesai.

Untuk mudahnya anda bisa langsung mempraktekkan doa ini dengan mengikuti video panduan Doa Mazmur Yesus yang tersedia di channel Crusader Network.

Dua Versi Doa Mazmur Yesus

Praktek Doa Mazmur Yesus yang kita bahas tadi adalah Doa Mazmur Yesus versi reguler atau biasa. Inilah praktek Doa Mazmur Yesus yang sebaiknya kita praktekkan setiap hari, baik dengan bantuan panduan video atau tanpa bantuan panduan video jika kita hafal urut-urutan renungan kisah sengsara Tuhan.

Tapi ada kalanya kita tidak dapat menggunakan video panduan dan juga tidak hafal urut-urutan renungan kisah sengsara. Dalam keadaan seperti itu kita dapat mempraktekkan Doa Mazmur Yesus versi sederhana. 

Caranya hampir sama dengan Doa Mazmur Yesus yang biasa, namun untuk renungannya kita ganti dengan cara memandang dalam pikiran atau berkontemplasi pada momen penyaliban Tuhan selama beberapa saat. Tetapi yang harus diingat, apabila tidak ada halangan yang berarti maka Doa Mazmur Yesus versi reguler tetap lebih baik untuk dilakukan ketimbang Doa Mazmur Yesus versi sederhana.


Komboskini Sebagai Alat Bantu Doa

Sebagai alat bantu doa, kita menggunakan komboskini, mirip seperti yang biasa digunakan orang-orang Kristen Timur dalam mempraktekkan Doa Yesus.  Mirip tapi tidak sama, karena komboskini yang digunakan dalam Doa Yesus biasanya tidak terbagi-bagi dalam kelompok dekade karena doanya hanya satu macam yang diulang-ulang. Sementara komboskini yang digunakan dalam Doa Mazmur Yesus terbagi-bagi dalam kelompok dekade yang masing-masing dipisahkan oleh satu buah simpul, mirip seperti dalam untaian rosario karena jumlah doa yang digunakan dalam pengulangan ada dua macam.

Ada komboskini panjang yang jumlah butirannya 150+15. Komboskini panjang ini biasanya digunakan untuk berdoa di rumah atau di ruangan khusus doa. Ada juga komboskini pendek dengan jumlah butiran sebanyak 30+3. Komboskini pendek ini sangat praktis, dapat digunakan dimana saja termasuk digunakan saat berada di perjalanan atau tempat-tempat lainnya. Komboskini pendek ini juga lebih populer, terutama karena jumlah butirannya yang sangat simbolik, yaitu 33 buah. Jumlah ini mengingatkan kita pada jumlah tahun Tuhan kita berinkarnasi di dunia, jadi sangat cocok untuk digunakan dalam Doa Mazmur Yesus.

Jika tidak ada komboskini khusus Doa Mazmur Yesus, kita juga bisa menggunakan alat bantu lain yang sudah ada seperti misalnya untaian rosario. Atau jika untaian rosario juga tidak ada, kita bisa menggunakan bantuan jari-jari tangan.


Doa Mazmur Yesus Dan Berdoa Setiap Waktu

Salah satu pelajaran yang menarik dan berharga dari buku "The Way of a Pilgrim" adalah tentang bagaimana penulis menerapkan nasehat Rasul Paulus untuk berdoa setiap waktu (Surat Efesus bab 6 ayat 18) dengan cara mempraktekkan Doa Yesus tanpa henti di sepanjang perjalanan. Dengan bantuan komboskini, dia mendaraskan Doa Yesus berulang-ulang dalam hati sambil berjalan atau mengerjakan pekerjaan-pekerjaan ringan.

Cara berdoa seperti ini ternyata mendatangkan berkat rohani yang luar biasa. Sang penulis merasakan kehadiran Tuhan yang menemaninya sepanjang perjalanan setiap kali dia mengucapkan Nama Yesus dalam doa-doanya.

Kita juga dapat mempraktekkan Doa Mazmur Yesus dengan cara yang sama, yaitu dengan mendaraskannya dalam hati tanpa henti saat kita menunggu sesuatu, atau mengerjakan pekerjaan-pekerjaan ringan yang tidak membutuhkan konsentrasi khusus. Dalam mempraktekkan Doa Mazmur Yesus dengan cara ini kita tidak perlu terikat dengan jumlah pengulangan sebanyak 150 kali, boleh kurang atau lebih sesuai dengan waktu yang tersedia dan kondisi yang ada. Sama seperti Doa Rosario yang dipraktekkan dengan cara ini, kita juga tidak terikat dengan hitungan 50 kali atau 150 kali doa Salam Maria. Dalam iman kita boleh percaya bahwa berkat-berkat rohani luar biasa yang diperoleh penulis buku "The Way of a Pilgrim" dari Doa Yesus yang dipraktekkannya sepanjang perjalanan, juga bisa kita dapatkan dari Doa Mazmur Yesus melalui cara berdoa seperti ini.


Doa Mazmur Yesus Untuk Non-Katolik

Karena Doa Mazmur Yesus merupakan sintesis atau perpaduan doa-doa yang berasal dari dua tradisi Kekristenan berbeda, doa ini berpotensi besar untuk menjadi sarana membangun semangat persatuan Kristen. Namun yang menjadi pertanyaan, bagaimana orang-orang Kristen non-Katolik dapat mempraktekkan doa ini jika di dalamnya terdapat doa-doa yang tidak mereka kenal?

Doa Salam Maria, Doa Kepada Malaikat Agung Santo Mikhael, kemungkinan tidak dikenal oleh orang-orang Ortodoks dan Protestan. Sementara litani kepada orang-orang kudus, Ortodoks memang mengenalnya tapi Protestan tidak. Meski tidak termasuk bagian inti dari Doa Mazmur Yesus, ketiga doa tersebut juga tidak dapat dilepaskan begitu saja dari Doa Mazmur Yesus. Pentingnya ketiga doa tersebut dalam Doa Mazmur Yesus akan dijelaskan pada kesempatan lain untuk menjaga agar isi buku atau seri video ini tetap ringkas.

Akan tetapi masalah tersebut tidak perlu menjadi hambatan bagi non-Katolik untuk mempraktekkan Doa Mazmur Yesus. Untuk sementara waktu, agar tidak menjadi batu sandungan bagi non-Katolik, ketiga doa tersebut dapat dilewati atau diganti doa lain sesuai kebiasaan. Tetapi dengan berjalannya waktu, secara bertahap ketiga doa tersebut perlu diikutsertakan dalam Doa Mazmur Yesus. Dengan cara demikian Doa Mazmur Yesus ini akan dipraktekkan secara sama bagi semua Kristen, baik Katolik, Ortodoks, maupun Protestan. 

Potensi Doa Mazmur Yesus sebagai sarana untuk membangun persatuan akan menjadi jauh berkurang atau bahkan sia-sia jika pada akhirnya doa ini dipraktekkan secara berbeda-beda oleh setiap golongan Kristen.